Pengembangan dan Inovasi Kurikulum
Inovasi
dapat diartikan sebagai suatu yang baru dalam situasi sosial tertentu yang
digunakan untuk menjawab atau memecahkan suatu permasalahan. Dilihat dari
bentuk atau wujudnya “suatu yang baru” itu dapat berupa ide, gagasan, benda
atau mungkin tindakan. Sedangkan dilihat dari maknanya sesuatu yang baru itu
bisa benar-benar baru yang belum tercipta sebelumnya yang kemudian disebut
dengan Invantion, prosesnya misalkan penerapan metode atau pendekatan
terhadap pembelajaran yang benar-benar baru dan belum dilaksanakan dimanapun
untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran.
Pengembangan
dan inovasi yang dimaksud adalah berkembangnya suatu ide, gagasan atau tindakan
tertentu dalam bidang kurikulum yang dianggap baru untuk memecahkan berbagai masalah
dalam pendidikan. Masalah-masalah inovasi kurikulum berkaitan dengan asas
relevansi antara bahan pembelajaran dengan kebutuhan siswa, antara kualitas
pembelajaran di sekolah dengan pengguna lulusan dilapangan pekerjaan.
Dalam
buku pengembangan kurikulum PAI yang dimaksud dengan perkembangan dan inovasi
kurikulum adalah suatu pembaharuan atau gagasan yang diharapkan membawa dampak
terhadap kurikulum itu sendiri. Dampak ini bukan hanya pada pengembangan,
melainkan juga terhadap proses pendidikan sebagai implementasi suatu kurikulum
secara menyeluruh, termasuk terhadap penerapan pendidikan diberbagai jenjang.
Sebagai contoh dari
pengembangan dan inovasi kurikulum antara lain :
a. Dari
sisi bentuk dan pengembangan inovasi kurikulum berupa perubahan kurikulum 1968
menjadi kurikulum 1975, dari kurikulum 1975 menjadi kurikulum 1984, dari
kurikulum 1984 menjadi kurikulum 1994, dari kurikulum 1994 menjadi kurikulum
1997, dari kurikulum 1997 menjadi kurikulum 2004, dari kurikulum 2004 menjadi
kurikulum 2006 yang sedang proses pelaksanaannya.
b. Dari
sisi psikologi timbul masalah berkenaan dengan pendekatan pembelajaran yang
baru, maka muncul berbagai perkembangan dan inovasi seperti: keterampilan
proses, CBSA, CTL dan lain-lain.
c. Dari
sisi sosiolagis timbul masalah berkenaan dengan tuntutan masyarakat modern yang
semakin tinggi dan kompleks sehingga muncul dan inovasi berupa masuknya mata
pelajaran keterampilan, bengkel kerja, TIK, life skiles dan lain-lain.
Dari
beberapa devinisi pengembangan dan inovasi kurikulum di atas itu semua bertolak
pada problem dan need, yaitu pada masalah-masalah yang sedang berkembang baik
secara lokal maupun nasional serta tuntutan kebutuhan peserta didik dan
kebutuhan masyarakat.
Penyebab
Munculnya Inovasi Kurikulum
Masalah
pendidikan itu adalah sebagai sumber inovasi. Sekalipun telah diberlakukannya
otonomi daerah sebagai konsekwensi penerapan UU No 22 Tahun 1999, permasalahan
itu tampaknya akan tetap ada, bahkan akan semakin kompleks. Masalah tersebut
adalah masalah relevansi, maslah kualitas, masalah efektivitas dan efisiensi,
masalah daya tampung sekolah yang terbatas.
a. Masalah
Relevansi Pendidikan
Maksudnya
adalah kesesuaian antara kenyataan atau pelaksanaan dengan tuntutan dan
harapan. Dalam konteks pendidikan, relevansi adalah kesesuaian antara
pelaksanaan dan hasil pendidikan dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat.
Masalah relevansi pendidikan dapat dilihat dari 3 sisi :
1) Relevansi
pendidikan dengan lingkungan hidup siswa
2) Relevansi
pendidikan dengan tuntutan kehidupan siswa baik masa sekarang maupun masa yang
akan datang.
3) Relevansi
pendidikan dengan tuntunan dunia kerja
b. Masalah
Kualitas Pendidikan
Selain
masalah relevansi, maka rendahnya kualitas pendidikan juga dianggap sebagai
suatu masalah yang dihadapi dunia pendidikan kita dewasa ini. Rendahnya
kualitas pendidikan ini dapat dilihat dari dua sisi yaitu dari segi proses dan
dari segi hasil.
c. Masalah
Efektivitas dan Efisiensi
Efktivitas
berhubungan dengan tingkat keberhasilan pelaksanaan pembelajaran yang didesain
oleh guru untuk mencapai tujuan pembelajaran. Efisiensi berhubungan dengan
jumlah biaya, waktu dan tenaga yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu.
Artinya suatu program pembelajaran dikatakan memiliki tingkat efisiensi yang
tinggi, manakala dengan jumlah biaya yang minimal dapat menghasilkan tujuan
yang maksimal.
d. Masalah
Daya Tampung yang Terbatas
Masalah
lain yang dihadapi dunia pendidikan kita adalah masalah terbatsnya daya tampung
sekolah khususnya pada tingkat SLTP. Masalah ini muncul setelah keberhasilan
penyelenggaraan SD/MI. Yang mengakibatkan meledaknya lulusan sekolah dasar,
sehingga menuntut pemerintah untuk menyediakan fasilitas pada jenjang di
atasnya (SLTP/MTs).
Anda sedang membaca artikel berjudul
0 comments :
Post a Comment