Unsur-Unsur
Kebudayaan
Kebudayaan
setiap bangsa atau masyarakat terdiri dari unsur-unsur besar maupun kecil yang
merupakan bagian dari kebulatan yang berifat sebagai kesatuan. Melville J.
Herskovits melihat unsur-unsur kebudayaan atas; Alat-alat teknologi, Sistem
ekonomi, Keluarga, dan Kekuasaan politik.
Unsur-unsur
besar atau pokok dalam kebudayaan lazim disebut Cultural universal yang berarti unsur-unsur tersebut bersifat
universal, yaitu dapat dijumpai pada setiap kebudayaan manapun di dunia ini.
Unsur-unsur universal tersebut menurut C. Kluckhonn adalah:
·
Peralatan dan perlengkapan hidup manusia
(pakaian, perumahan, alat-alat rumah tangga, alat-alat transportasi, dan
sebagainya)
·
Mata pencarian hidup dan sistem-sistem
ekonomi (pertanian, peternakan, sistem produksi, sistem distribusi dan
sebagainya)
· Sistem kemasyarakatan (sistem
kekerabatan, organisasi politik, sistem hukum, sistem perkawinan)
·
Bahasa (lisan maupun tulisan)
·
Kesenian (seni rupa, suara, gerak, dan
sebagainya)
·
Sistem pengetahuan
·
Religi (sistem kepercayaan) segala
bentuk aktivitas kepercayaan mulai dari percaya pada dewa, upacara keagamaan
dan lain-lain.
Menurut
Ralph Linton, unsur-unsur tersebut dapat dijabarkan kedalam unsur-unsur yang
lebih kecil atau dapat disebut dengan Cultural
Activity. Contoh: unsur kedua data dijabarkan kedalam aktivitas pertanian,
peternakan, produksi, distribusi. Pertanian dapat dijabarkan menjadi aktivitas
irigasi, mengolah lahan dengan bajak, dan sistem hak milik atas tanah.
Fungsi
Kebudayaan Bagi Masyarakat
Kebudayaan
memiliki fungsi yang besar bagi manusia dan masyarakat, karena kekuatan yang
harus dihadapi oleh masyarakat dan anggota-anggotanya (misalnya kekuatan alam)
yang tidak selalu baik bagi mereka. Ditambah lagi manusia sebagai masyarakat
itu sendiri perlu kepuasan baik spiritual maupun material. Apabila manusia
sudah dapat mempertahankan diri dan menyesuaikan diri dengan alam serta hidup
damai dengan manusia-manusia lainnya, maka akan timbul keinginan untuk
menyatakan perasaan dan keinginan yang akan disalurkan seperti kesenian.
Jadi,
fungsi kebudayaan bagi masyarakat dapat kita bagi sebagai berikut:
1. Melindungi
diri dari alam
Hasil
karya manusia melahirkan tekhnologi yang mempunyai kegunaan utama di dalam
melindungi masyarakat terhadap lingkungan alamnya. Dengan tekhnologi, manusia
dapat memanfaatkan dan mengolah alam untuk kebutukan hidupnya, sehingga manisia
dapat menguasai alam.
2. Mengatur
tindakan manusia
Dalam
kebudayaan ada norma, aturan kaidah, dan adat istiadat yang kesemuanya itu
berfungsi untuk mengatur bagaimana manusia bertindak dan berlaku dalam
pergaulan hidup dengan anggota masyarakat lainnya. Dalam mengatur hubungan
antar manusia, kebudayaan dinamakan pula sebagai “design for living” artinya kebudayaan adalah garis-garis pokok
tentang perikelakuan atau “blue print for
behavior”, yang menetapkan peraturan-peraturan mengenai apa yang harus
dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan.
Unsur-unsur
normativ yang merupakan bagian dari kebudayaan itu diantaranya adalah:
· Unsur yang menyangkut pertanian,
berhubungan dengan hal-hal yang baik dan buruk, menyenangkan dan tidak
menyenangkan. Misalnya, perilaku laki-laki yang memakai anting, kalung, tato,
rambut panjang, dan lain sebagainya yang terdapat dalam kehidupan bermasyarakat
dan pasti ada yang menilai baik dan buruknya.
·
Unsur keharusan, yaitu apa yang harus
dilakukan seseorang.
· Unsur kepercayaan. Misalnya, harus
mengadakan upacara adat pada saat kelahiran, perkawinan, kematian, dan
lain-lain.
3. Sebagai
wadah segenap perasaan
Kebudayaan
berfungsi sebagai wadah atau tempat mengungkapkan perasaan seseorang dalam
masyarakat ataupun untuk memuaskan keinginan, misalnya dengan adanya seni-seni
dalam masyarakat.
Anda sedang membaca artikel berjudul
0 comments :
Post a Comment